Pertanyaan “Apa itu Buddhisme?” tampak sederhana, tetapi jawabannya tidak dapat diringkas hanya dengan mengatakan bahwa Buddhisme adalah agama, filsafat, sistem etika, atau metode meditasi. Semua istilah tersebut hanya dapat menjelaskan sebagian dari Buddhisme, tetapi tidak satu pun cukup untuk menampung keseluruhannya.
Dalam penjelasan Bhikkhu Narada,
Buddhisme terutama harus dipahami melalui Dhamma, yaitu kenyataan yang
ditemukan dan direalisasikan oleh Buddha, ajaran yang menunjukkan kenyataan
tersebut, serta jalan yang membawa manusia keluar dari penderitaan.
Karena itu, memahami Buddhisme
membutuhkan pembedaan yang hati-hati.
Buddhisme memiliki dimensi filosofis,
tetapi bukan sekadar filsafat.
Buddhisme mempunyai kehidupan religius,
tetapi tidak identik dengan agama teistik.
Buddhisme mempunyai sistem moral yang
sangat kuat, tetapi pembebasan tidak berhenti pada moralitas.
Buddhisme mempunyai ritual, tetapi ritual
bukan intinya.
Buddhisme menghormati Buddha, tetapi
tidak menempatkan Buddha sebagai sosok yang membersihkan dosa manusia melalui
kekuasaan eksternal.
Buddhisme menghargai pengetahuan, tetapi
pengetahuan teoritis belum sama dengan realisasi.
Dan Buddhisme mengajarkan keyakinan,
tetapi bukan keyakinan yang buta.
Untuk memahami keseluruhannya, kita harus
melihat hubungan antara pengetahuan, etika, kebebasan berpikir, latihan batin,
kebijaksanaan, dan pembebasan.
Sumber: What is Buddhism - Bhikkhu Narada
- Apakah Buddhisme Sebuah Filsafat?
- Apakah Buddhisme Sebuah Agama?
- Menghormati Buddha Tanpa Menyembah Berhala
- Buddhisme, Tuhan, Dogma, dan Toleransi
- Moralitas Buddhis: Mengapa Sīla Sangat Penting tetapi Belum Cukup?
- Bagaimana Menentukan Baik dan Buruk?
- Jalan Tengah antara Ekstrem Pandangan dan Ekstrem Kehidupan
- Apa Itu Dhamma?
- Jadilah Pulau bagi Diri Sendiri